Tanpa kategori

Beberapa Hal, Beberapa Saat

Betapa banyak hal-hal dalam hidup kita yang begitu kita khawatirkan keadaannya. Bahkan sangat-sangat kita khawatirkan. Beberapa hal diantaranya meninggalkan dan ditinggalkan, berapa banyak orang yang menahan agar tangisnya tak pecah saat meninggalkan dan ditinggalkan oleh sesuatu, berapa banyak kekuatan dan kesabaran yang harus kita tempuh semata mengupayakan agar semuanya baik-baik saja. Perihal meninggalkan dan ditinggalkan… Lanjutkan membaca Beberapa Hal, Beberapa Saat

Tanpa kategori

Untuk Sebelas Bulan yang Berlalu

Nyatanya setiap dari kita tidak pernah siap  dengan kehilangan. Ia datang sepaket dengan luka. Tanpa bertanya, tanpa tanda. Barangkali memang seperti itu takdir-Nya bekerja. Apapun yang akan terjadi di hari ke depan, aku ingin bersyukur atas sebelas bulanku yang telah berlalu dengan begitu hebat. Atas luka-luka yang bisa aku sembuhkan, atas ego diri yang pernah… Lanjutkan membaca Untuk Sebelas Bulan yang Berlalu

Tanpa kategori

Jangan Terbitkan Harapan dengan Mengatakan Kamu Akan Kembali

Di hadapan kehilangan, aku membakar semua kenangan masa silam menjadi abu. Kerlap-kerlip abu itu mengawang di udara malam—sepercik cahaya yang mengiringi kepergian. Dulu, kau pernah bicara padaku perihal kehilangan yang menebas habis setiap kala. Katamu, jangan takut dengan kehilangan, karena kita adalah dua yang akan menemukan. Detak arlojiku berlarian tanpa memberitahu apa yang baru saja… Lanjutkan membaca Jangan Terbitkan Harapan dengan Mengatakan Kamu Akan Kembali

Tanpa kategori

Secangkir Kopi dan Setangkup Rindu

“Kopi panas tanpa gula satu”. Reyn berbicara pada seorang barista yang sedang merapikan meja di sampingnya. “Kopi panas tanpa gula?” barista tersebut menghentikan kegiatannya dan mengulang pesanan Reyn. “Iya, ada yang salah? Haha” “Iya. Lo yang salah!” Barista yang sudah dikenal lama Reyn merutuk seorang diri. “Wait, gue ada salah sama lo?” Reyn menjawab dengan… Lanjutkan membaca Secangkir Kopi dan Setangkup Rindu

Prosa

Pamit yang Rumit

Sore itu aku memutuskan untuk undur diri dari setiap pertemuan-pertemuan tanpa suara kita. Pertemuan yang tanpa pernah kita sepakati, pertemuan yang membuatmu beberapa bulan hilang dari pandangan, pertemuan yang membuatku mengajukan tanya di sepanjang jalan. Tanya yang aku sendiri tidak tahu pasti jawabannya. Aku mengedarkan pandangan di setiap jalan yang kulalui. Mataku menemukanmu kembali. Kamu… Lanjutkan membaca Pamit yang Rumit